Tampilkan postingan dengan label Tentang Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Korea. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Fasilitas di Yeosu Expo


Selama beberapa bulan terakhir, pemandangan Yeosu, Jeollanam-Do telah mengalami transformasi dramatis dengan mega bangunan untuk membentuk Expo 2012 Yeosu Korea. Mulai dari ruangan pameran lepas pantai pertama di dunia, akuarium terbesar di Korea dan juga pavilion-pavilion unik dan berbeda. Menunggu pembukaan Expo Yeosu 2012 yang makin dekat, kita lihat keunikan masing-masing fasilitas.

1. EXPO Digital Gallery (EDG)



Dengan panjang 415m dan lebar 21m, EDG merupakan tampilan LED besar yang menutupi seluruh langit-langit dan dinding dari jalan utama di area expo. Selama expo berlangsung, siapapun melalui smartphone dapat menyerahkan foto dengan menggunakan aplikasi mobile khususnya dan foto tersebut kemudian dikumpulkan untuk membuat gambar bergerak besar berbentuk paus pada layar.

2. Theme Pavilion



Theme Pavilion merupakan paviliun pertama di dunia yang dibangun di lepas pantai. Merupakan bagian utama yang mempertontonkan tema dari Yeosu Expo 2012 Korea: “The Living Ocean and Coast,” dan mempromosikan kesadaran akan kelautan. Di dalam paviliun, akan disuguhkan gambar yang berbeda dari lima samudera.

3. Korea Pavilion



Dibangun dalam bentuk Taegeuk (Yin dan Yang), Korea Pavilion adalah paviliun perwakilan Korea. Fasilitas utamanya mencakup ruang pameran yang menampilkan berbagai presentasi media menggunakan teknologi digital dan analog, dan ruang media yang mempertontonkan berbagai film yang berbeda tentang masa depan peran Korea dalam industri kelautan global, serta pemandangan laut Korea yang indah.

4. Aquarium/Marine Life Pavilion



Merupakan akuarium terbesar di Korea dengan luas 6,030 m2. Terbagi menjadi tiga bagian: Coast Life Pavilion (ruang mamalia laut), Marine Life Pavilion (ruang interaksi dengan laut), dan Eco-Terarium, (ruang simulasi ekologis Amazon).

5. Climate Environment Pavilion



Pavilion ini dilengkapi dengan fasilitas yang mensimulasikan iklim dari Kutub Utara dan Selatan seperti terowongan es, mesin badai salju, dan dinding gletser. Pada akhirnya, ditujukan untuk mempromosikan pentingnya laut dalam perubahan iklim.

6. Marine Civilization & City Pavilions



Dibangun untuk membantu “Humankind’s Challenges and Achievements with the Sea.”  Marine Civilization & City Pavilions menampilkan kompas besar, dan perahu yang menunjukkan gaya hidup kuno di lautan.


7. International Pavilion


Merupakan bagian terbesar di area expo, International Paviliun adalah ruang utama untuk pameran oleh 106 negara peserta. Hal ini dibagi menjadi lima bagian, masing-masing diberi nama berdasarkan 5 samudra di bumi, dan juga beragam fasilitas modul untuk mengakomodasi pameran yang unik. Di lantai dua ada restoran yang menyajikan dan menjual makanan khusus dari seluruh dunia. Dan bagian luar Paviliun ini dirancang untuk mewujudkan kepulauan Dadohae National Marine Park.

8. EXPO Hall



Terdiri dari ruang konser, multi-performance theater  dan conventional hall. Aula Expo merupakan tempat yang tepat untuk beragam pertunjukan. Selama periode expo, akan diselenggarakan berbagai program budaya serta Ocean Forum.

9. Corporate Pavilions



Corporate Pavilions menggambarkan laut, industri pembangunan kapal, IT dan industri kelautan lainnya. Paviliun ini terdiri dari tujuh sub-paviliun perusahaan seperti GS, Hyundai Motor, LG, Lotte, Samsung, SK dan POSCO, dan satu paviliun perusahaan patungan.

10. Energy Park



Energy Park dirancang untuk menunjukkan visi 'Low Carbon, Green Growth’. Informasi mengenai produksi energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga surya dan pusat energi promosi ada di gedung ini. Energy Park juga memiliki platform pendidikan energi melalui energi orkestra, air sepeda meriam, dan lantai dansa. Kemudian ada juga bus listrik online yang berjalan pada daya yang disediakan dengan listrik nirkabel.

11. Most Valuable Life (MVL) Hotel



Terletak di daerah pantai, Hotel MVL memiliki kamar dengan pemandangan pantai yang fantastis, bersama dengan restoran mewah, lounge, sauna, pusat kebugaran, dll. Hotel ini telah dipilih untuk mengakomodasi VIP dari luar negeri selama periode Expo Yeosu.

12. EXPO Town



EXPO Town adalah fasilitas akomodasi untuk anggota keluarga staf Expo. Kawasan ini dapat menampung hingga 6,600 orang, dan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, seperti  klinik kesehatan, pusat bisnis, pusat keamanan, laundry umum, toko-toko kecantikan, mini market, sarana ibadah, dan lainnya.




Source :Korea Tourism Organization (Indonesia)
 https://www.facebook.com/notes/korea-tourism-organization-indonesia/fasilitas-di-yeosu-expo-2/398350013519216 Via IniSajaMo
- HGY -




TAKE WITH FULL CREDIT

Upacara pembukaan Expo Yeosu diadakan hari Jumat




Upacara pembukaan Expo Dunia 2012 di Yeosu, bagian ujung selatan Korea Selatan berlangsung pada pukul 7 malam hari Jumat dengan tema "Samudera dan pantai hidup." Upacara peresmian itu digelar di atas laut untuk pertama kali di dunia dan diadakan berbagai pertunjukan di sekitar arena ‘The-O’, bangunan berbentuk bulat raksasa yang memiliki 43 diameter. Bangunan bulatan tersesbut merupakan landmark dalam Expo Yeosu Internsional ini.

The-O adalah ajang untuk mengadakan pertunjukan berbagai seni budaya, yang dilengkapi bangunan raksasa untuk pertunjukan laser and permainan cahaya pada malam hari dan panggung di atas laut.

Sebelum diadakan sebuah konser untuk merayakan acara pembukaan, parade kapal angkatan laut dan yacth digelar di depan pantai pulau Odong di setempat.
Sekitar 11 juta pengunjung diharapkan akan datang ke tempat expo ini selama 93 hari untuk menyaksikan pesta pameran internasional yang memiliki pesan tentang hidup bersama antara manusia dan lingkungan hidup di bumi.


Source : kbs world via IniSajaMo 
- HGY -

Jelang Pembukaan Yeosu Expo 2012




Sebuah kinerja percobaan berlangsung di Big-O selama acara untuk wartawan pada Rabu, karena Expo 2012 Yeosu djadwalkan dibuka pada hari Jumat ( hari Ini ) .






Source : KBS World via ISM
- HGY -

Kamis, 05 April 2012

Kenapa Korea Terobsesi Operasi Plastik ?


Operasi-Plastik.jpg

Ketika pertama kali berkunjung Korea di 2003, saya hanya heran mengapa banyak wanita yang menggunakan hak tinggi kemana pun mereka pergi. Ini termasuk saat datang ke konser rock di ruangan terbuka di mana hujan badai menyertai sepanjang konser. Dalam hati saya berpikir mungkin inilah yang namanya perbedaan budaya.

Namun terus terang beberapa tetap terlihat janggal buat saya. Saya heran melihat para pria membawa tas besar yang dikempit di tangan dan menggunakan dasi atau celana berwarna pink atau warna pastel lainnya.

Atau ketika melihat para pria cuek bersolek di kaca telepon genggamnya atau melihat jejeran klinik kecantikan di Apkujong dan mendapati beberapa wanita keluar dari klinik menggunakan masker dan kaca mata hitam.



Daerah Apkujong
 Bahkan Korea Tourism Board di dalam buku tentang Korea menawarkan paket tur medis, yang berarti peserta akan berkeliling dari satu klinik ke klinik lain melihat kecanggihan teknologi perbaikan estetika tubuh ini.

Salah satu teman saya dari Malaysia sempat ikut tur ini dan mengatakan kalau di akhir tur, kita juga akan merasakan salah satu servis kecantikan itu berupa pemutihan gigi atau pijat/facial wajah. Bintang-bintang Hollywood juga dikenal akan kecanggihan permak tubuh dan wajah mereka, tapi rasanya tidak sampai taraf dipublikasikan.

Kejanggalan seperti ini membuat saya bertanya-tanya mengapa dan apa penyebabnya. Lucunya, banyak teman yang berkomentar sama. Apalagi, obsesi untuk menjadi cantik itu semakin terekam dalam film (salah satunya yang paling populer adalah "200 Pounds of Beauty"), drama, ataupun berbagai acara variety.

Keinginan untuk tampil sempurna memang tidak bisa dipungkiri adalah hasrat semua orang, tetapi mungkin tidak ada yang "seambisius" Korea, terutama para seleb Kpop yang sering saya lihat di internet atau televisi.

Pertama, definisi kecantikan penduduk Korea memang tinggi. Terpengaruh oleh budaya barat, definisi kegantengan atau kecantikan sempurna dilihat dari tinggi tubuh semampai, hidung mancung, kulit putih, dan mata besar.

Rasa minder saat bersosialiasi membuat warga Korea mencari cara dan jalan keluar cepat demi memperbaiki kekurangan. Mereka percaya kalau kesan pertama sangat penting dalam mencari pekerjaan atau dalam menghadiri acara-acara tertentu seperti pesta pernikahan.

Selain itu, warga Korea memiliki sifat kompetitif yang tinggi. Ini bisa dilihat dari sistem pendidikan mereka yang penuh tuntutan. Sifat kompetitif yang tinggi inilah yang menambah warganya rela untuk melakukan apapun untuk bisa mendapat kecantikan atau kegantengan sempurna tersebut. Bahkan, sampai melakukan prosedur-prosedur ekstrim. Menurut situs Medscape, warga Korea Selatan termasuk ratio warga dunia yang paling tinggi untuk urusan operasi kosmetik.

Dari sinilah, mungkin banyak klinik dan iklan operasi plastik ditemukan di berbagai sudut Seoul. Yang paling ekstrim adalah operasi plastik yang diberikan kepada anak sebagai hadiah kelulusan oleh orang tua. Di acara Happy Together, ada beberapa seleb Kpop yang mengaku menerima kado kelulusan seperti ini.

Jika banyak anggota grup perempuan masih sangat menjaga citranya di layar televisi atau depan publik dengan menunjukkan keengganannya tampil tanpa makeup, banyak seleb Korea yang mulai terbuka mengenai hasil permak wajahnya.


Go Hara-Kara
 Sebut saja Go Hara dari Kara - lewat acara variety Strong Heart - mengaku memermak "sedikit" kelopak matanya dan menajamkan bagian atas hidungnya. Lee Joon dari MBLAQ mengaku setelah mendapat luka bakar dalam kecelakaan saat syuting "Ninja Assasin", ia pun sekalian mengoperasi hidungnya untuk terlihat lebih mancung. Atau Dongwan dari Shinhwa yang mendapat hadiah perbaikan hidungnya yang bengkok dari bos perusahaannya sebelum debut.

Sama seperti film dan musik Kpop yang sangat "menularkan" yang membuat saya jadi penikmat budaya pop negeri ginseng, obsesi kecantikan Korea tidak bisa dipungkiri mulai menular juga. Mudah-mudahan, tidak sampai ke hal yang ekstrem.





Post By : HGY
Source  :  Tribun Pontianak

Inilah 10 Takhayul Menarik Di Korea !




Takhayul adalah sesuatu kepercayaan terhadap hal-hal yang tidak rasional; yaitu tanpa adanya penjelasan atau bukti yang masuk akal.
Kebanyakan mengenai waktu termasuk akibat yang sangat spesifik, seperti  jika Anda melihat cermin pecah Anda akan mendapatkan tujuh tahun kesialan. Dan melanggar cermin adalah hal yang buruk terjadi, sehingga satu masuk akal.Juga berjalan di bawah tangga.

Disebahagian belahan dunia bahkan di dunia Barat yang sudah maju masih ada yang mempercayai takhayul. Sama halnya di Indonesia,adanya budaya yang beraneka ragam telah menimbulkan takhayu-takhayul yang masih kuat melekat dalam masyarakat kita ,  mungkin disetiap daerah memiliki takhayul yang sama atau berbeda, misalnya anak gadis jangan duduk didepan pintu karena nanti jadi perawan tua yang kalau dipikirkan secara nalar itu tidak masuk akal dan untuk logikanya , kalau kita duduk didepan pintu pasti kita akan menghalangi jalan masuk orang lain yang masuk dan keluar lewat pintu tersebut,lalu apa hubungannya dengan jadi perawan tua ?( *inisajamo)

Korea sendiri memiliki takhayul yang menarik. Dengan menunjuk ini keluar, saya tidak bermaksud untuk mengolok-olok budaya Korea, tetapi lebih melihat bagaimana kepercayaan rakyat tertentu telah mencerminkan kepercayaan budaya.

Jika anda naik lift di banyak hotel Seoul yang paling internasional, anda akan melihat panel tombol yang hilang adalah 4 dan 13.
 
Dan inilah 10 takhayul di Korea yang menarik
 
1. Jalan Deoksugung 

Beberapa pasangan mungkin tidak akan berjalan untuk pergi berjalan-jalan di sekitar dinding luar Deoksugung, istana di pusat kota Seoul di seberang Balai Kota dan Seoul Plaza. Pasangan yang melakukannya pasti akan putus.


Alasan untuk ini adalah bukan suatu legenda perkotaan, tetapi sebenarnya memiliki sejarah asal berakar kuat. Pengadilan Keluarga Seoul berada di ujung jalan, sehingga untuk bercerai, pasangan yang sudah menikah harus mengikuti jalan ini bersama-sama. 


2 .Hal yang harus dihindari sebelum ujian

- Hindari makanan licin, seperti sup rumput laut (미역국) atau mie, karena mereka akan melumasi otak dan materi yang telah anda pelajari akan tergelincir keluar dari kepala anda. Sebaliknya, memilih makanan lengket, seperti kue beras ketan (찹쌀떡) atau gula-gula (엿).
 
- Tidak boleh mandi sebelum ujian, karena akan membersihkan pengetahuan, dan jika rambut Anda basah maka akan  sulit untuk mempertahankan pengetahuan.


3. Jangan Potong kuku di malam hari
 


Kalau potong kuku di malam hari, tikus akan memakan potongan kuku anda, dan mereka akan dapat berubah menjadi manusia, mengambil formulir , atau bahkan mencuri jiwa Anda. 


 4. Bersiul di malam hari

Dilarang bersiul di malam hari, serta memainkan suling pipa tradisional Korea yang disebut Piri (피리). Jika Anda melakukannya, Anda akan memanggil ular atau hantu.



5. Hari pindah

Di Korea ada takhayul yang berhubungan dengan waktu hari Anda pindah ke rumah baru. Akan ada roh-roh jahat mengikuti kita dari rumah lama ke rumah baru mereka.


Perusahaan yang menyediakan jasa pengangkutan barang untuk pindah  sering menyediakan kalender yang menunjukkan saat hari apa Anda bisa pindah tanpa roh ikut menumpang

Saat pindah, begitu selesai mengepak barang tidak usah membersihkan atau menyapu rumah lama. Hal ini diyakini bahwa dengan meninggalkan semua debu dan sampah  dan potongan kuku yang belum dimakan oleh tikus, Anda akan membuat roh berpikir bahwa Anda masih di tempa/rumah lama Anda. Dan pada saat penghuni baru masuk dan membersihkan, sudah terlambat untuk roh-roh untuk menemukan Anda.

Jika anda pindah saat turun hujan, itu berarti Anda akan menjadi kaya. 


6. Memberikan sepatu sebagai hadiah

Jangan memberikan sepatu sebagai hadiah kepada orang yang anda sayangi, karena itu berarti dia akan pergi dari Anda.

Sebuah tradisi yang menyertainya adalah bahwa jika Anda menerima sepatu sebagai hadiah, Anda harus membayar si pemberi hadiah sejumlah kecil uang seperti 10 atau 100 won, untuk memastikan bahwa anda tidak pergi/ lari dari dia.


7.  Orang dengan tahi lalat atau tanda keindahan di dekat mulut mereka
 
Jangan melekat pada seseorang dengan tahi lalat atau tanda keindahan di dekat mulut mereka.karena Orang dengan tanda seperti itu diyakini tidak setia.



8. Memberi makan ayam pada suami

바람 adalah kata Korea untuk "angin" dan memiliki tampaknya tidak ada hubungannya dengan godaan atau ketidaksetiaan. Nah, dalam kebanyakan bahasa lain; dalam bahasa Korea, 바람 berarti "angin" dan "perselingkuhan."

Karena hal ini menjadi alasan bahwa seorang istri tidak boleh memberi makan ayam atau burung bersayap lainnya pada suaminya . Karena suami nanti akan terbang / pergi.



 9. Tumbuh lebih tinggi

- Apakah Anda ingin anak Andatumbuh tinggi? Aturan pertama: jangan pernah melompati bayi Anda. Jika Anda melompati bayi Anda, ia tidak akan tumbuh.

- Jika Anda memotong rambut Anda pendek, Anda akan tumbuh lebih tinggi. 


10.  Menyentuh mata


Dikatakan bahwa jika Anda menyentuh mata setelah menyentuh ngengat atau kupu-kupu, Anda akan buta.


Nah,  bagaimana menurut kalian ?







Post By : HGY

Article from blog.korea.net (blog.korea.net)
By Jon Dunbar
Source : e newsWorld
Trans Ind & rewritten By TR@IniSajaMo

TAKE IT OUT WITH FULL CREDIT !!!!!

Selasa, 14 Februari 2012

Juknokwon Garden





Dari zaman dahulu Damyang-gun di Provinsi Jeollanam-do terkenal dengan berbagai barang-barang bambu dan dan telah disebut sebagai Jukhyang (竹 鄕: rumah desa dari bambu). Menurut Imwongyeongjeji, sebuah buku yang ditulis oleh sarjana Konfusius pragmatis Seo Yu-gu (1764-1845) di paruh kedua era Kerajaan Joseon,  ditulis bahwa orang-orang di daerah Honam mengggunakan bambu seperti kertas, mewarnai barang-barang bambu dengan warna biru, merah dan warna yang beragam lain, dan barang bambu yang diproduksi di desa Damyang adalah barang bambu yang paling menonjol.

Barang Bambu telah digunakan sebagai wadah untuk pakaian dan dicintai oleh semua orang sebagai barang penting bagi kehidupan sehari-hari. Namun, seperti barang-barang plastik yang telah diperkenalkan dengan industrialisasi dan barang bambu murah yang diimpor dari China dan negara-negara Asia Timur, barang bambu diproduksi di daerah Damyang menghadapi tantangan dari persaingan internasional.

Kemudian, orang-orang di Damyang-gun mengambil langkah baru untuk memperkuat status Damyang-gun sebagai desa asal barang bambu. Selain konsep konvensional barang-barang bambu sebagai wadah, orang di Damyang-gun mulai memproduksi produk lain bambu seperti bambu teh, minuman bambu, bambu pasta gigi, sabun bambu, makanan bambu, bantal bambu, kursi bambu, kipas bambu, bambu arang dan kosmetik bambu.

Pada bulan Mei 2003,  Bamboo Garden/Taman Bambu
Juknokwon dibuka pada area seluas 165.000 meter persegi di daerah Gunung Seonginsan. Orang di daerah Damyang percaya Gunung Seonginsan merupakan etika filsafat Konfusius tradisional yang mengajarkan Inuiyejisin (仁义 禮 智 信: kebaikan, keadilan, sikap, kebijaksanaan dan kredibilitas). Juknokwon Bamboo Garden dibuka untuk memperbaharui filsafat Konfusius sambil berjalan di sepanjang jalan taman hutan bambu.



Jalan disepanjang Taman Bambu Juknokwon terdiri dari delapan jalan Unsudaetonggil Road, Jukmagougil Road, Saetgil Road, Chueokuisaetgil Road, Sarangibyeonchianneungil Road, Seonginsan-oreumgil Road, Cheolhakjauigil Road (jalan filsuf ) dan Seonbiuigil Road   
(jalan sarjana ). Berjalan di sepanjang jalan 2,3 kilometer hutan bambu, angin sejuk dan menyegarkan dan suara gemeletuk daun bambu membuat para pengunjung senang dengan indahnya pesona alam.

Hutan Bambu memancarkan ion berlimpah. Oleh karena itu, pengunjung memurnikan darah dan ketahanan fisik ditingkatkan .
Karena efek sehat mandi bambu menjadi dikenal, wisatawan publik banyak datang ke Damyang untuk mengambil jalan sehat di hutan bambu.

Sebagai hutan bambu yang sejuk bahkan pada hari musim panas, wisatawan datang ke hutan bambu untuk mendinginkan tubuh di panasnya musim panas. Namun, pemandangan hutan bambu paling menarik di musim dingin bersalju. Kilauan putih salju menyajikan adegan fantastis yang berbeda dengan setiap hutan bambu hijau. Pohon teh Jukno tertutup salju putih di bawah hutan bambu tinggi terlihat sangat mengesankan di musim dingin.
Pohon teh Jukno tumbuh dengan memberi makan pada embun jatuh dari pohon bambu.

Film populer Alpoint  yang dirilis pada Agustus 2004 mengambil syuting di Taman Bambu Juknokwon. Adegan pertempuran dari film mendebarkan diambil di Taman Bambu Juknokwon. Film ini memiliki kisah pertempuran di hutan bambu selama Perang Vietnam. Setelah syuting film, pahlawan film Kam U-seong menyumbangkan helm baja di sini dan helm baja itu ditempatkan pada pos panduan dari Alpoint di Taman Bambu Juknokwon . Pada tahun 2008, TV drama Iljimae juga mengambil lokasi syuting di Taman Bambu Juknokwon.

 

Dekat Taman Bambu Juknokwon adalah Damyang-hyanggyo Hall, yang dinominasikan sebagai No Properti Berwujud Budaya 103 dari Jeollanam-do Provinsi pada tanggal 25 Februari 1985. Meskipun beberapa orang mengatakan aula didirikan pada masa pemerintahan Raja Chunghye selama Kerajaan Goryeo, tanggal peresmian yang tepat dari aula belum ditentukan. Aula Daeseongjeon  ini dibangun pada 1398 (tahun ketujuh pemerintahan Raja Taejo selama Kerajaan Joseon) dan Gubernur Lee Heon-yu merenovasi bangunan di 1674 (tahun pertama pemerintahan Raja Sukjong selama Dinasti Yi). Kemudian Gubernur  An Jeong-heon merenovasi bangunan gedung pada tahun 1747 (tahun 23 pemerintahan Raja Yeongjo selama Dinasti Yi).Saat ini, kuil Konfusius Damyang-hyanggyo terdiri dari Daeseongjeon Hall, Myeongryundang Hall, Dongmu Hall, Seommu Hall, Oesammun Gate dan Naesamun Gate. Daeseongjeon Hall memiliki tiga blok di depan dan tiga blok di kedua sisi dengan gaya atap Choikgong Matbaejibung Hotcheoma. Myeongryundang Hall memiliki tujuh blok di depan dan tiga blok di kedua sisi dengan gaya atap Choikgong Matbaejibung Hotcheoma. Dongmu Hall dan Seomu Aula memiliki tiga blok di depan dan satu blok di kedua sisi dengan gaya atap Matbaejibung. Bangunan-bangunan gedung yang dibangun di atas batu datar dengan dasar pilar bulat. Hutan Gwanbangjerim di samping Taman Bambu Juknokwon dinominasikan sebagai Monumen Alam No 366 pada tanggal 27 November 1991. Dua kilometer panjang Hutan Gwanbangjerim ditempatkan bersama Streaming Damyangcheon di daerah seluas 49.228 meter persegi. Hutan  Gwanbangjerim memiliki 185 pohon besar yang berusia 200 - 300 tahun. Pohon Terkemuka di hutan ini  adalah 111 pohon Pujo , 18 pohon Paeng dan satu pohon Gaeseoeo. Hutan ini ditanam pada 1854 (tahun kelima masa pemerintahan Raja Cheoljong selama Dinasti Yi) oleh Gubernur Hwang Jong-rim, yang mengumpulkan lebih dari 30.000 orang untuk membangun sebuah tanggul buatan yang bernama Gwanbangje. Setelah selesainya tanggul besar, pohon ditanam di tanggul atas perintah Gubernur Hwang Jong-rim.Sculpture Park dibangun pada 2005 di ruang kosong di Hutan Gwanbangjerim. Sculpture Park berada di area seluas sekitar 5.000 meter persegi dan ada banyak patung yang mewakili budaya sejarah, karakteristik dan tradisi daerah Damyang.
 






Post By : Hwa Geum Yeon
Source   :  KBS World via ISM

Jumat, 20 Januari 2012

Seollal - Tahun Baru Korea

Annyeong chingudeul ... sebentar lagi ,, orang - orang cina bakalan ngerayain tahun baru atau biasanya kita sebut imlek. Tapi tahu gag ??? kalo ternyata orang korea juga ngerayain tahun baru imlek,, hanya saja istilah yang digunakan berbeda. 

jika orang cina menyebutnya dengan istilah imlek maka di korea di kenal dengan istilah seollal :) kira - kira tahun 2012 ini ,, tahun apa yah menurut kalender korea sana ???

 

Tahun 2012 adalah Tahun Naga dan mitos binatang , terlihat dalam Hwangnyonggi, melambangkan kekuasaan dan kekayaan. (Courtesy Museum Istana Nasional Korea)
Hewan yang memiliki kepala menyerupai unta, mata dari kelinci, hidung babi, telinga seperti lembu, mirip dengan uang tanduk rusa, leher seperti  ular, tinju  sengit seperti harimau, cakar tajam dari elang dan sisik tidak berbeda dari ikan mas . Ada kumis panjang menghiasi mulut dan benjolan di tengah-tengah kepala, yang memungkinkan hewan untuk terbang di udara. Dengan cara ini, makhluk mitos naga digambarkan dalam “Boncho Gangmok (Rekaman Baris dari Botani Kedokteran Cina) awalnya diterbitkan pada 1596.
Tahun 2012 ini adalah Tahun Naga, atau Tahun Im-jin, menurut astrologi Cina, ketika nasib baik adalah diharapkan untuk memulai dan naik ke langit seperti  yang naga lakukan

Tahun Naga Hitam (Tahun Naga Air)

Naga adalah tanda kelima dan satu-satunya hewan fantastis dalam zodiak Cina. Naga adalah makhluk budaya, bukan hewan biologis. Ini adalah yang paling bergengsi dengan otoritas tertinggi, kata Cheon Jin-gi, direktur umum dari Folk Museum Nasional. Meskipun mitos, naga adalah hewan yang akrab. Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang dapat menggambar naga meskipun mereka belum pernah melihat naga,. Tetapi mereka tidak bisa menggambar ular bahkan setelah melihat satupun”.
Di antara tahun-tahun siklus zodiak, tahun 2012 adalah Tahun Naga Hitam, sebagai “im” berarti hitam dan jin berarti naga menurut sistem “Ganji“Korea, atau siklus yg berumur enampuluh tahun. Sistem ini merupakan kombinasi dari 12 hewan zodiak dan lima warna tradisional - biru, merah, kuning, putih dan hitam.
Tahun Naga datang setiap 12 tahun, tetapi Black Dragon tiba setiap 60 tahun, membuat 2012 lebih istimewa. Tingkat kelahiran diperkirakan akan meningkat tahun depan, banyak pasangan menikah yang akan ingin bayi mereka lahir di bawah energi naga, bermartabat hitam yang kuat.

Naga dalam budaya Korea

Sang naga mewakili kekuatan, martabat dan keagungan. Selama Kerajaan Joseon (1392-1910), hanya para raja yang bisa menggunakan naga di istana sebagai simbol nya. Mereka mengenakan gollyongpo, atau jubah naga, minum dari botol dengan gambar naga dan membawa Hwangnyonggi, atau bendera naga kuning, ketika mereka memeriksa tentara. Yongsang, atau takhta,  dihiasi dengan relief naga.
Binatang mitos juga populer di kalangan rakyat jelata sebagai simbol kekuasaan, khususnya berkaitan dengan air. Di daerah pantai, orang mengadakan “Yongwang-gut”, sebuah ritual perdukunan menghormati raja naga yang tinggal di laut dan bertanggung jawab atas air dan hujan. Mereka juga menawarkan eobuseum, atau nasi yang dibungkus kertas putih , kepada raja naga pada hari bulan purnama pertama tahun ini, berharap keberuntungan sepanjang tahun mendatang. 
Karena naga dianggap binatang suci dari legenda, orang selalu ingin melihat naga, bahkan dalam mimpi mereka. Mimpi yang menampilkan naga dianggap menguntungkan. Khusus untuk mimpi bayangan konsepsi bayi, naga itu diperhitungkan yang terbaik.
Dalam agama, naga adalah salah satu dharma dalam Buddhisme, muncul di berbagai tempat di kuil-kuil dan bertindak sebagai pelindung.

Seollal
Disebut juga
Tahun Baru Korea
Dirayakan
warga Korea di seluruh dunia
Jenis
Makna
Hari pertama dari kalender Korea (kalendar lunisolar)
Tanggal tahun 2012
23 Januari
Berhubungan dengan
Tahun Baru Korea (Korea: Seollal (설날) atau Gujeong (舊正) adalah hari raya rakyat Korea yang terbesar dan terpenting. Seollal dirayakan secara meriah sehingga hari libur berlangsung selama 3 hari karena dianggap lebih penting daripada hari tahun baru kalender Gregorian. Walaupun tidak terlalu populer, istilah Seollal juga berarti Yang-nyeok Seollal (양력설날, tahun baru kalender Gregorian) atau Shinjeong (신정).
Seollal jatuh pada tanggal yang sama dengan Tahun Baru Imlek, kecuali ketika bulan baru muncul antara jam 15:00 UTC (tengah malam waktu Korea) dan 16:00 UTC (tengah malam waktu Cina). Dalam kasus ini (rata-rata terjadi 24 tahun sekali), bulan baru akan muncul "keesokan harinya" di Korea dibanding di Cina, dan Seollal akan dirayakan sehari setelah Imlek di Cina.

Tradisi keluarga

Sebelum tahun baru

Hari terakhir bulan 12 Kalender Korea dinamakan seotdal geumeum dan malam sebelum tahun baru dinamakan jeya atau jeseok. Karena merupakan hari yang terakhir, sebisa mungkin orang-orang akan melunasi semua utang dan pembayaran serta berhenti menagih utang sampai tanggal 15. Pada jeseok, rumah tangga sibuk mempersiapkan tahun baru sampai tengah malam dan saling memberi hadiah akhir tahun berupa makanan dan minuman yang enak-enak kepada kerabat. Tradisi ini dinamakan sechan atau hadiah makanan.

Di hari pertama

Di pagi hari tahun baru Seollal, seluruh anggota keluarga, orang tua, pemuda-pemudi, pria dan wanita setelah mandi di pagi hari, mengenakan baju baru untuk menyambut tahun baru. Tradisi ini dinamakan seolbim. Setelah itu mereka akan melakukan jeongjo charye, memberi salam kepada leluhur. Seusai jeongjo charye, mereka mengunjungi dan memberi salam tahun baru (sebae) kepada kakek-nenek, orang tua, saudara yang lebih tua dan tetangga.  Orang tua menerima kunjungan dan salam dari anak-cucu serta saudara-saudara yang lebih muda. Sementara itu, setelah memberi salam tahun baru kepada orang tua dan kakek-nenek, para pemuda baru boleh bertemu dan berkumpul.
Sudah menjadi tradisi pada tahun baru, para tamu dihibur dan disajikan makanan. Untuk orang dewasa biasa disajikan minuman keras, dan anak-anak diberi orang tuanya angpao (sebaetdon), kue dan buah-buahan.  Orang yang sedang dalam masa berkabung selama satu atau dua tahun tidak melakukan kunjungan pada saat tahun baru, melainkan hanya menerima kunjungan saja.

Deokdam

Pada saat tahun baru, orang-orang berbicara dan mengungkapkan harapan dan hal-hal yang baik-baik, seperti mengharapkan kesehatan dan cita-cita.  Ini dinamakan deokdam atau ungkapan harapan yang baik.

Sebae

Sebae adalah cara memberi hormat kepada orang tua, kakek dan nenek pada hari tahun baru. Anak-anak mengucapkan salam tahun baru sambil membungkukkan badan "saehae bok manhi badeuseyo" (새해 많이 받으세요) yang artinya semoga mendapat banyak keberuntungan tahun baru..

Permainan tradisional

Banyak orang bermain permainan tradisional seperti Yut, permainan kartu Go-Stop, gasing, layangan dan jaegi chagi. Perempuan bermain neolttwigi.

Masakan dan minuman tahun baru

Tteokguk, masakan istimewa Seollal.
Masakan dan minuman tahun baru Seollal dinamakan seol-eumsik dan seol-sul. Seol-eumsik adalah istilah untuk semua jenis makanan yang disajikan pada hari itu. Masakan yang harus ada adalah sup kue beras atau tteokguk. Minuman keras yang dingin disajikan pada hari pertama bermakna keluarga akan menyambut datangnya musim semi.
Tteokguk dibuat dengan cara menumbuk adonan tepung beras yang sudah direbus dengan palu besar. Kemudian dibentuk menjadi gulungan yang dipotong bulat panjang yang akan direbus dalam kaldu daging, disajikan dengan daging sapi dan daging burung pegar. Sup ini juga disajikan sebagai sesajen jeongjo charye. Anak laki-laki ditanya umurnya dengan pertanyaan ”Neo tteokguk myeot geureut meogeot neunya?” (”Sudah berapa mangkuk tteokguk yang sudah kamu makan?”) yang bermakna sudah berapa kali ia merayakan tahun baru.
Di hari seollal juga banyak masyarakat Korea yang berdarmawisata seperti ke Gangneung dan Donghae di propinsi Gangwon di pesisir timur untuk menyaksikan terbitnya matahari pertama di tahun baru. 


Post by : Hwa Geum Yeon
Source  : wiki



Sabtu, 14 Januari 2012

Tentang Korea

Korea

Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Timur (di antara Tiongkok dan Jepang) . Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah Perang Dunia II pada tahun 1945.

Korea Selatan kemudian berkembang menjadi negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Bendera Persatuan Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua negara.
Karena zaman dinasti-dinasti bersejarah sudah berakhir, istilah Korea saat ini didefinisikan berdasarkan gabungan 2 entitas yang terbagi oleh Garis Demarkasi Militer pararel 38, yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Semenanjung Korea di sebelah utara dibatasi oleh Republik Rakyat Cina dan Rusia di sebelah timur laut, serta Jepang di sebelah tenggara yang dipisahkan dengan Selat Korea.

Nama

Sebutan "Korea" diambil dari nama dinasti Korea yang terkenal, yaitu Goryeo (935-1392). Goryeo sendiri menamai negerinya dari kependekan nama salah satu Tiga Kerajaan Korea, Goguryeo (37 SM-668 M). Dalam bahasa Cina dilafalkan "Gao-li" dan penyebutan itu menyebar ke para pedagang Timur Tengah, dan lama kelamaan menjadi "Korea". Kata "Korea" secara umum di dunia internasional saat ini digunakan untuk menunjuk kedua negara Korea. Dalam Bahasa Korea di Korea Selatan, "Korea" berarti "Han-Guk" (Korea Selatan; kependekan dari "Dae Han Min Guk") sedangkan "Chosŏn" digunakan oleh Korea Utara untuk menyebut nama negara mereka.
Istilah "Korea" digunakan pertama kali oleh Percival Lowell (1855-1916), seorang penulis, petualang dan astronom Amerika yang mengunjungi Korea sekitar 100 tahun yang lalu. Nama tersebut merupakan interpretasi literal dari kata Chosǒn (Joseon, 조선 / 朝鮮, 1392-1910), nama negara yang ia kunjungi di akhir abad ke-19. Lowell menganggap nama tersebut cocok untuk kerajaan yang tertutup terhadap dunia luar tersebut. Korea pada saat itu tak dikenal di dunia barat, namun pada masa sebelumnya, Dinasti Goryeo telah dikenal oleh dunia barat dan dari negara itulah kata Korea berasal.


Sejarah

Sejarah Korea bermula dari zaman Paleolitik Awal sampai dengan sekarang. Kebudayaan tembikar di Korea dimulai sekitar tahun 8000 SM, dan zaman neolitikum dimulai sebelum 6000 SM yang diikuti oleh zaman perunggu sekitar tahun 2500 SM. Kemudian, Kerajaan Gojoseon berdiri tahun 2333 SM. Baru pada abad ke-3 SM Korea mulai terbagi-bagi menjadi banyak wilayah kerajaan.
Pada tahun satu Masehi, Tiga Kerajaan Korea seperti Goguryeo, Silla dan Baekje mulai mendominasi Semenanjung Korea dan Manchuria.[6] Tiga kerajaan ini saling bersaing secara ekonomi dan militer. Goguryeo dan Baekje adalah dua kerajaan yang terkuat, terutama Goguryeo, yang selalu dapat menangkis serangan-serangan dari Dinasti-dinasti Tiongkok. Kerajaan Silla perlahan-lahan menjadi kuat dan akhirnya dapat menundukkan Goguryeo.  Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae.
Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Dinasti Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang-hyeon, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Selama masa pemerintahan Dinasti Goryeo, hukum yang baru dibuat, pelayanan masyarakat dibentuk, serta penyebaran agama Buddha berkembang pesat.
Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Laksamana Yi sun sin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali diserbu oleh suku Manchu (Dinasti Qing).
Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Jepang memakasa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang, lalu pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea.
Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945, PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk, yang demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Ketegangan antara kedua belah pihak mencuat ketika Perang Korea meletus tahun 1950 ketika pihak Korea Utara menyerang Korea Selatan. 


 Geografi dan geologi

Korea terletak di semenanjung Korea di Asia timur laut.[1] Di barat lautnya ia dipisahkan Sungai Amnok (Yalu) dengan Republik Rakyat Cina. Sungai Duman di timur lautnya memisahkan Korea dengan Rusia dan RRT. Beberapa pulau-pulau penting antara lain Jeju, Ganghwa, Ulleung, Dokdo, Jindo, Geoje, dan sebagainya.
Bagian selatan dan barat Korea adalah dataran rendah dan sebelah timur dan utara memanjang rangkaian pegunungan Baekdu Daegan sepanjang semenanjung. Dataran tinggi Gaema berada di wilayah Korea Utara dan merupakan produk vulkanis dari zaman meszoikum. Titik-titik tertinggi termasuk Gunung Baekdu (2774), Sobaeksan (2184 m), Jirisan (1915), Baeksan (1724), Geumgangsan (1638), Seoraksan (1708), Taebaeksan (1564) dan sebagainya. Beberapa gunung lebih rendah berada tegak lurus dengan jaringan Baekdu Daegan, sebagian besar berkembang di garis tektonik dari zaman mesozoikum, dan pada dasarnya mengarah ke barat laut.
Tidak seperti pegunungan yang lebih tua di daratan semenanjung, banyak pulau-pulau penting dibentuk oleh aktivis vulkanik zaman cenozoikum. Jeju yang terletak di pesisir selatan adalah pulau vulkanik besar dengan puncak Hallasan (1950 m). Ulleung-do dan Dokdo di laut timur terdiri dari batuan felsik dan berusia lebih muda.
Karena daerah pegunungan sebagian besar terletak di sebelah timur semenanjung, sungai-sungai utama cenderung mengalir ke sebelah barat dan selatan. Di barat mengalir sungai Amnok, Chŏngchŏn, Daedong, Hangang, Geum, Yeongsan, Nakdong, Seomjin dan sebagainya. Sungai-sungai ini memiliki dataran banjir yang luas dan menyediakan tanah yang subur untuk pertanian.


Demografi

Bangsa Korea tergolong ras kulit kuning (Mongoloid). Kombinasi populasi Korea adalah 73 juta jiwa (2007). Komposisi suku bangsanya merupakan yang paling homogen di dunia, yakni bangsa Korea yang berbicara dalam bahasa Korea. Namun demikian jumlah orang asing telah meningkat pesat, terutama di Korea Selatan, yang mencapai 1 juta orang. Populasi warga asing di Korea terbesar adalah etnis Tionghoa (sampai Agustus 2007 mencapai 440 ribu jiwa) lalu orang Jepang, warga Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah dan sebagainya. Sejumlah kecil komunitas Jepang dan Tionghoa tinggal di Korea Utara.
Terdapat lebih dari 6 juta warga Korea di seluruh dunia pada tahun 2005. Mereka sebagian besar telah menjadi warga negara tetap yang bersangkutan karena imigrasi yang sejak lama, contohnya seperti warga Korea di Republik Rakyat Cina (Chaoxianzhu), Amerika Serikat (Korea-Amerika), Jepang (Zainichi Kankoku), Jerman (Korea-Jerman), Rusia dan Asia Tengah (Koryo Saram), Brazil (Korea-Brazil) dan sebagainya.


Bahasa
 
Bahasa resmi Korea Utara dan Selatan adalah bahasa Korea. Klasifikasi genealogis bahasa Korea masih diperdebatkan, 2 bagian kelompok ilmuwan yang berbeda pendapat menyatakan bahasa Korea termasuk bahasa rumpun Altai-Tungusik, yang lainnya adalah bahasa isolat, yakni tercipta karena meminjam penggunaan bahasa lain. Namun sebagian besar memasukkan bahasa Korea ke dalam rumpun bahasa Altai-Tungusik bersama bahasa Turkik, Mongol, Tungusik, dan Jepang.
Bahasa Korea memiliki morfologi yang aggluginatif dengan tata bahasa (syntax) yang serupa dengan bahasa Jepang, yakni SOV (Subject + Object + Verb). Seperti bahasa Jepang dan Vietnam, bahasa Korea banyak sekali meminjam kosakata dari bahasa Tionghoa yang tidak berkaitan. Bahasa Korea modern ditulis dengan abjad Hangeul, yang diciptakan pada abad ke-15 oleh Raja Sejong.

Sastra
Sastra Korea yang ditulis sejak zaman Tiga Kerajaan disebut sastra klasik, yang pada saat itu ditulis dalam aksara Cina (hanja). Sastrawan Korea menulis puisi, cerita dan syair dalam gaya Tionghoa klasik namun berkembang dengan pemikiran dan rasa Korea. Sastra klasik Korea dipengaruhi unsur-unsur Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme, namun akarnya tetap kuat pada kepercayaan tradisional dan cerita-cerita rakyat aslinya. Bentuk pertunjukkan sajak opera tradisional yang paling terkenal adalah pansori. Sastra modern berkembang pesat dengan munculnya Hangeul, yang membantu meningkatkan melek huruf rakyat kebanyakan. Namun sastra yang memakai abjad hangul baru populer sejak abad ke-19, beberapa abad setelah penemuannya. Novel pada zaman itu yang ditulis dengan Hangul adalah sinsoseol (novel baru).


Seni dan budaya

Dalam teks kuno Tiongkok, negeri Korea dijuluki Sungai dan pegunungan yang disulam di atas sutera atau Negeri Timur yang Bersatu. Selama berabad-abad, Korea menjalin hubungan dengan Tiongkok dalam berbagai bidang. Korea dikenal di dunia barat melalui pedagang-pedagang Arab yang pergi ke Tiongkok lewat jalur sutera. Para pedagang Arab pada tahun 845 M (zaman Silla Bersatu) menuliskan Di dekat Tiongkok ada negeri yang berlimpah emas bernama Silla yang mempesonakan mereka.
Korea memiliki corak kebudayaan yang beragam yang berasal dari akar asli yang dibentuk dalam berbagai kesenian dan tarian. Budaya Tionghoa yang diimpor selama berabad-abad ikut berperan membentuk sistem sosial dan norma berdasarkan Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme. Hasilnya adalah beragamnya bentuk manifestasi dan akulturasi antara budaya asli Korea dan Tiongkok yang unik. Dari sini Korea berperan besar dalam mentransfer budaya yang maju ke Jepang.
Dalam budaya kontemporer, Korea dikenal akan tren Korean Wave yang dihasilkan menyebarnya popularitas budaya musik pop, film dan drama Korea, serta baru-baru ini tren video game dan B-Boy Korea. Namun diplomasi secara kultural adalah diakuinya olahraga tradisional Korea, Taekwondo, ke dalam pesta olahraga internasional Olimpiade
 
Olahraga
Olahraga yang dimainkan oleh masyarakat Korea terdiri dari berbagai jenis, baik moderen maupun tradisional. Dalam bahasa Korea istilah olahraga disebut 스포츠 (Seupocheu;sport), yang mana belum lama muncul, dan baru dimasukkan sebagai kosakata Bahasa Korea pada abad ke-21. Namun sebenarnya, konsep olahraga telah digunakan sejak awal mula sejarah rakyat Korea. Sejak masa prasejarah, masyarakat Korea sudah melakukan berbagai macam aktivitas olahraga dan permainan tradisional. Banyak olahraga tradisional Korea masih dipraktekkan seperti taekwondo, ssireum, memanah dan taekkyeon. Dasar dari olahraga tradisional ini membuat atlet-atlet Korea diakui dalam cabang-cabang olahraga internasional seperti memanah, berkuda, ataupun gulat. Atlet-atlet Korea berkompetisi dalam olahraga skating, tenis meja, renang, sepak bola, basket, angkat besi, dan voli.


Agama

Tradisi Konfusianisme mendominasi kepercayaan dan pemikiran bangsa Korea, bersama Buddhisme, Taoisme dan Shamanisme. Agama Buddha menjadi agama resmi Tiga Kerajaan (57 SM-935 M) dan dinasti Goryeo (935-1392). Paham Konfusianisme mencapai masa keemasan pada zaman dinasti Joseon (1392-1910). Agama Kristen dibawa oleh misionaris Eropa menjelang akhir periode Joseon dan pada abad ke-20 meningkat pesat.[10] Agama Islam yang baru diperkenalkan di Korea sejak perang Korea oleh tentara Turki, memiliki pengikut di Korea (2007; ±140 ribu jiwa). Walau begitu sebanyak 46,5% populasi Korea Selatan mengaku tidak mengikuti suatu kepercayaan tertentu. Di Korea Utara, kebebasan beragama mendapat tekanan.


Masakan

Masakan Korea (Han-sik) sebagian besar adalah hasil fermentasi dan sebagian besar sudah terkenal di dunia karena diakui manfaat kesehatannya seperti Kimchi dan Doenjang.  Cara memasak makanan tradisional Korea memperlihatkan cara yang unik dalam pembuatan dan penyajian. Masakan Korea umumnya terdiri dari nasi, sayur-sayuran yang dibumbui, sup, rebusan, lauk pauk daging dan ikan. Jenis masakan Korea sangat bervariasi berdasarkan daerah-daerahnya.
Kimchi adalah salah satu makanan orang-orang korea, makanan ini terbilang makanan yang sederhana, dan dapat disimpan dalam waktu lama, serta dikenal berasa kuat dan pedas. Banyak sajian banchan dibuat dari proses fermentasi, menghasilkan rasa pedas, kuat dan asin. Setiap daerah memiliki rasa bumbu kimchi yang berbeda-beda.


Pendidikan

Sistem sekolah modern di Korea Selatan terbagi menjadi 6 tahun untuk sekolah dasar, masing-masng 3 tahun untuk SMP dan SMU. Program Penilaian Siswa Internasional (Program for International Student Assessment) yang dijalankan oleh OECD baru-baru ini menempatkan pendidikan Korea Selatan di peringkat 11 dunia. Walau siswa-siswa sekolah Korea Selatan seringkali menempati ranking tinggi pada tes komparatif internasional, sistem pendidikannya sering dikritik karena menerapkan cara pembelajaran yang pasif dan terlalu banyak menghafal. Sistem pendidikan Korea Selatan yang tergolong disiplin dan terstruktur adalah pengaruh Konfusianisme yang sudah tertanam sejak lama dalam masyarakat Korea. Siswa-siswanya jarang memiliki waktu cukup untuk bersantai karena mengalami tekanan untuk berprestasi baik dan masuk universitas ternama.


Ilmu pengetahuan dan teknologi

Salah satu bukti awal yang menunjukkan kemajuan dari bidang iptek bangsa Korea adalah cheomseongdae, bangunan observatori pengamat langit yang dibangun tahun 634 Masehi (Silla). Sejak dahulu ilmu pengetahuan dan teknologi Korea sudah dipengaruhi Tiongkok yang lebih maju. Korea mengimpor sistem/cara bertani padi, geomansi, astronomi, fengshui, arsitektur, kesenian dari dinasti-dinasti Tiongkok. Dalam perkembangannya menghasilkan karya-karya unik khas Korea seperti alat cetak blok kayu pertama di dunia, Jikji, lalu Tripitaka Koreana, kertas, keramik seladon, jam matahari, alat pengukur hujan, jam air, abjad Hangul, kapal perang dan sebagainya.
Pada zaman modern keunggulan teknologi Korea sangat dikenal dalam industri otomotif dan elektroniknya. Produk robot yang baru diciptakan adalah HUBO menyusul keunggulan Jepang. Prestasi Korea juga tercipta saat seorang astronotnya berhasil mengorbit dengan pesawat NASA, yaitu Lee So-yeon.